Togel Online
Agen Judi Bola Online Terbesar
Casino Online
AFAPOKER
RGOBET
Bandar Sakong
Casino Online
Bandarq
Agen Bola
Texaspoker
Wigobet
 BANDAR CEME TERBAIK INDONESIA
AGEN POKER ONLINE
AGEN JUDI POKER ONLINE
AGEN DOMINO ONLINE
Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya
Space Iklan
Space Iklan

Real Madrid akan berjumpa Al Ain pada final Piala Dunia Antarklub 2018. Meskipun di atas kertas lebih diunggulkan, namun gelandang Toni Kroos meminta Madrid tidak meremehkan lawannya tersebut.

Real Madrid baru saja memastikan langkah ke babak final Piala Dunia Antarklub. Pada fase semifinal yang digelar Rabu (19/12) malam WIB, Madrid menang dengan skor 3-1 atas klub asal Jepang, Kashima Antlers.

Sementara itu, Al Ain secara mengejutkan mampu jadi penantang Madrid di laga final. Mereka lolos ke partai puncak setelah menang atas wakil Amerika Selatan, River Plate. Bermain imbang 2-2 di laga normal, Al Ain menang adu penalti.

Peluang Real Madrid untuk menang atas Al Ain cukup terbuka. Hanya saja, Kroos tidak ingin Madrid terlena karena buta dengan gaya bermain Al Ain. Simak penuturan Kroos lebih lengkapnya di bawah ini.

Seperti Liga Champions

Toni Kroos, dan juga pemain Real Madrid lain, masih buta dengan kekuatan Al Ain. Secara teknis Madrid memang masih berada di level yang lebih baik. Namun, Kroos ingin para pemain meladeni Al Ain layaknya bermain di Liga Champions.

“Saya tidak tahu [tentang Al Ain], jujur saja saya tidak menyaksikan pertandingan mereka di semifinal. Ttapi, kami akan mempelajari mereka dan itu pasti akan jadi laga sulit,” ucap Kroos dikutip dari Marca.

“Kami harus memperlakukan laga ini layaknya laga di La Liga atau Liga Champions.”

“Kami tidak memulai laga [melawan Kashima] dengan baik. Tapi, ketika Anda melihat lawan yang seperti mereka, Anda tidak tahu banyak informasi tentang lawan, maka itu mungkin terjadi. Tapi, saya pikir kami pantas menang,” tegas Kroos.

Pujian untuk Gareth Bale

Toni Kroos memberikan pujian kepada Gareth Bale yang menjadi inspirasi kemenangan Real Madrid atas Kashima dengan skor 3-1. Bale memborong tiga gol yang dicetak oleh Madrid. Pemain asal Wales pun diganjar dengan gelar pemain terbaik di laga semifinal tersebut.

“Gareth Bale layak menjadi pemain terbaik, dia sudah melakukan tindakan yang nyata. Bale tidak dalam kondisi yang 100 persen bugar, tapi dia masih bisa memainkan sebuah laga yang hebat,” puji pemain andalan timnas Jerman ini.

No comments yet... Be the first to leave a reply!